Manfaat, Tips dan Trik, Kecantikan, Kesehatan

Cara Mengatasi Trauma Dengan Bijak

dhika info




Pengalaman yang buruk pasti pernah terjadi pada setiap individu. Pada batas yang wajar, pengalaman buruk tersebut akan dimaknai sebagai bagian dari pengalaman yang mungkin menghasilkan tekanan psikologis, tetapi tidak membawa dampak buruk berkepanjangan.
Namun, ketika sebuah peristiwa buruk terjadi dengan intensitas yang begitu kuat hingga meninggalkan tekanan atau luka psikologis yang signifikan dalam diri seseorang, kondisi ini dapat disebut sebagai trauma.

Dalam dunia psikologi klinis dan psikiatri, trauma yang bersifat gangguan klinis memiliki diagnosis yang dikenal dengan sebutan “Post-traumatic Stress Disorder”.
Identik dengan suatu pengalaman buruk, trauma kemudian diartikan sebagai perasaan tidak nyaman yang muncul ketika mengalami pengalaman yang sama atau mengingat pengalaman tersebut.
Gejala trauma dapat muncul dalam beberapa bentuk, namun yang paling sering dilaporkan adalah dalam bentuk ingatan dan mimpi buruk berhubungan dengan pengalaman traumatis tersebut.  Kemunculan hal yang bersifat traumatis akan disertai dengan munculnya keadaan fisik dan psikologis yang tidak biasa. Seperti tiba-tiba ada rasa takut, perasaan yang tidak tenang dan keringat dingin mulai keluar, hingga perasaan ketakutan yang diimplementasikan dalam bentuk tangisan.
Kemunculan tanda-tanda dari trauma dalam waktu lebih dari satu bulan berturu-turut dalam intensitas yang tinggi harus diwaspadai dan memerlukan penanganan yang serius.
Biasanya orang yang ingin menghindari trauma akan berusaha mati-matian dengan menghindari hal yang membuat mereka trauma agar bisa merasa nyaman. Walau awalnya memang masalah yang mereka hadapi seakan-akan sudah hilang dan tidak pernah muncul lagi, namun sebenarnya cara ini hanya memberikan pilihan kepada mereka untuk menghindari hal yang membuat mereka trauma bersifat sementara. Oleh karena itu, sebaiknya cara seperti ini  perlu dikesampingkan.
Untuk solusi yang mungkin tepat untuk menanganinya adalah dengan sebuah pendekatan terapi yang disebut “exposure therapy”. Seperti tergambar dari namanya, pada prinsipnya, dalam pendekatan ini, seseorang yang trauma akan dihadapkan pada objek atau pengalaman traumatisnya secara perlahan dan bertahap, serta diajarkan cara coping atau mengendalikan gejala-gejala trauma yang muncul saat dihadapkan dengan objek atau pengalaman tadi.
Hal yang bersifat sederhana namun terkadang orang tidak menyadarinya, yaitu semisal dengan membuat tubuh rileks, ketika banayak masalah yang muncul, maka tarik nafas panjang dan keluarkan. Dengan cara seperti itu, maka sedikit banyak akan memberikan perasaan yang berbeda dan mencoba berdamai dengan trauma tersebut.
Ketika masalah yang ada muncul secara bersamaan dan ditambah pula dengan trauma yang mengguncang ketentraman hati, maka disaat seperti itu terkadang seseorang tidak mampu menghadapinya sendirian. Pada saat ini dukungan orang terdekat memiliki peranan yang penting untuk menenangkan perasaan orang yang sedang mengalami trauma. cara ini teruji ampuh untuk membuat trauma yang dialami berkurang perlahan-lahan.
Menangani trauma memang bukan perkara yang mudah dan selalu bisa diselaisaikan dalam waktu yang relatif singkat. Yang perlu diingat bahwa ketika menghadapi trauma adalah dengan menghindari masalah tersebut. Karena cara ini hanya bersifat sementara dan bisa membuat seseorang menjauhi hal yang sebenarnya tidak terkait dalam trauma itu.
Ketika berhadapan dengan trauma, ingatlah bahwa upaya penanganan mandiri dan dukungan orang-orang terdekat selalu dapat menjadi langkah awal yang dilakukan. Saat cara-cara tersebut dirasa belum cukup, jangan ragu untuk menemui psikolog klinis demi memperoleh kajian komprehensif mengenai trauma yang sedang dialami serta cara yang paling strategis untuk menanganinya.

Lihat juga artikel fakta unik dari biji semangka mediajurnalkesehatan.blogspot.com/2015/06/5-manfaat-biji-semangka-yang-perlu.html

0 komentar:

Post a Comment